Jumat, 25 September 2015

Sejarah Hidup John Calvin



       Tiada hari tanpa memikirkan bagaimana menjalani kehidupan dengan pusat pemikiran yang teguh. Oleh karena itu satu sosok yang memiliki pemikiran yang teguh telah memberi motivasi bagi saya pribadi. Saya percaya Allah dapat memakai banyak aspek dan cara untuk membuat para pelayan-Nya menemukan titik berpikir yang jelas. Oleh karena itu saya menyusun riwayat sebuah sejarah hidup, pemikiran, perkembangan dan pengaruh dari satu pribadi yang telah Allah pakai untuk membuat perubahan dalam kehidupan gereja di abad ke 16 yaitu John Calvin. Meskipun ia telah tiada namun prinsip-prinsip rohani dan pemkirannya tetap dihidupi banyak orang Kristen saat ini. Biarlah tulisan ini bukan untuk mengangungkan satu pribadi manusia tetapi hanya mengagunkan Allah yang memakai pribadi tersebut.

Sejarah Kehidupan John Calvin
            Riwayat hidup dari John Calvin (1509-1564):
1509            10 Juli: Calvin lahir di Noyon (Perancis, ± 120 Km kea rah utara dari Paris, ibu kota Perancis).
1523-1528  Studi di universitas di Paris (College de la Marche dan College Montaigu). Ia meraih gelar Magister dalam ‘liberal arts’ (Studi dalam ilmu pengetahuan umum sebelum meneruskan studi dalam salah satu bidang spesialisasi, yaitu Theologi, ilmu hukum atau ilmu kedokteran).
1528-1531  Studi sarjana hukum di Orleans dan Bourges. Ia meraih gelar ‘Licentiate of Law’.
1531-1533  Studi di universitas di Paris dan Orleans. Ia meraih gelar Doktor dalam bidang hukum. Studi di bidang Theologi.
1533            Calvin terpaksa harus melarikan diri karena di cap ‘injili’. Kemungkinan besar bahwa pertobatannya terjadi pada tahun 1533. Sejak 1532 ia mengenal tulisan-tulisan Reformasi (Luther).
1534            Pengembaraan Calvin sesudah ia harus menyelamatkan diri: Paris, Angouleme, Orleans, Poitiers, Metz, Starsburg.
1535            Calvin tiba di Basel. Peyelesaian buku ‘Institutio oleh Calvin’.
1536            Buku termashyur Calvin yang berjudul lengkap ‘Institutio Religionis Christianae’ (‘pPengajaran Tentang Agama Kristen’) terbit. Buku ini pada umumnya disingkat ‘Institutio’.
                     Meneruskan pengembaraan: Ferara, Aosta, Basel, Paris, kembali ke Strasburg, pada waktu ia singgah di Jenewa ia diminta dengan sangat oleh Farel untuk tinggal di Jenewa.
1537            ‘Peraturan-peraturan Gereja’ diajukan disusul dengan ‘Pengakuan Iman’ dan ‘Katekismus’ semua buku itu diterima baik oleh dewan kota.
1538            Perselisihan dengan dewan kota seputar upacara-upacara gerejawi dan soal disiplin gereja. Calvin dan Farel dibuang ke Bern dan Zurich. Calvin ke Basel. Ia dipanggil ke Strasburg dan menjadi pendeta jemaat orang-orang Perancis di Strasburg dan sekaligus ia diangkat menajdi dosen di Sekolah Tinggi Theologia di Strasburg (pada waktu itu Strasburg sebuah kota di Jerman; pada masa kini Starsburg termasuk wilayah Perancis, namun terletak di dalam suatu wilayah yang pada mulanya berbahasa Jerman).
1539            Edisi kedua ’Institutio’ diterbitkan (dengan banyak bahan tambahan), komentar tentang surat Roma diterbitkan.
1540            Pernikahan Calvin dengan Idelette de Bure di Starsburg.
1541            Calvin diminta kembali pulang ke Jenewa. Pada tanggal 13 September ia tiba kembali di Jenewa. Diangkat menjadi Pendeta dan guru besar di St. Pierre. Ia tingga di Jenewa sampai wafatnya (1564). Peraturan-peraturan Gereja diterima dan disahkan oleh dewab Jenewa. ’risalah ringkas tentang perjamuan suci diterbitkan.’
1542            Anak pertama Calvin lahir (28 Juli) dan wafat beberapa waktu kemudian. ’pedoman untuk doa dan nyayian terbit.’
1543            Pembelaan ajaran tentang pelayanan dan pembebasan kemauan, ter pighus. Terbitan mengenai Istitutio traktat mengenai relikwi.
1545            Katekismus dan melawan  sekte libertine yang berkhayal komentar mengenai 1 dan 2 Petrus.
1546            Komentar mengenai 1Korintus, perkara Ameaux.
1547            Komentar tentang 2 Korintus.
1548            Komentar tentang beberapa suratv Paulus.
1549            istrinya meninggal. Perundingan dengan H. Bullinger di Zurich. Consensus Tigurinus (agreement of Zurich) menggabungkan reformasi Zwingli  dengan Reformasi Calvin. Comengtar tentang Surat Ibrani.
1550            Komentar tentang Tesalonika dan Yakobus, Traktat mengenai kejengkelan-kejengkelan.
1551            perkara Bolsec
1552            Pembelaan ajaran predestinasi, komentar tentang kitab Nabi Yesaya, komnetar tentang Kitab Kisah Para Rasul.
1553            Perkara Servet. Perkara Berthelier. Servet dibakar (27 Oktober). Komentar tentang Injil Yohanes.
1554            Pembelaan Trinitas, komentar tentang kitab Kejadian.
1555            Pembelaan ajaran tentang sakramen, komentar tentang harmonin yang terdapat di dalam keempat Injil.
1557            Komentar tentang kitab Mazmur
1558            Fitnah seorang pembual (melawan Castellio yang meninggalkan Jenewa karena perselisihan dengan Calvin).
1559            Pembukaan Sekolah Tinggi Teologi di Jenewa (5 Juni). Edisi terakhir ‘Institutio’ Calvin menerima kewarganegaraan Jenewa.
1560            Komentar tentang kitab Nabi Kecil.
1561            Komentar tentang kitab Daniel, penjelasan yang terang mengenai ajaran sekitar perjamuan suci.
1562            Jawaban kepada seorang Belanda (Coornhert).
1563            Komentar tentang kelima kitabn Musa.
1564            Komentar tentang kitab Yosua. Calvin wafat pada tanggal 27 Mei. Pemakamannya dilaksanakan dengan sederhana, sebagaimana hidupnya juga sederhana.[1]

3 komentar:

Unknown mengatakan...

Sumber anda juga berasal dari Michael H. Hart, apakah pemikiran dia sebagai orang muslim benar tentang John Calvin?

Made Nopen Supriadi mengatakan...

Saya tidak 100% setuju dengan pemikiran Michael H. Hart, namun saya hanya memandang bahwa John Calvin menjadi pusat perhatiannya juga, itu mengindikasikan bahwa ranah kehidupan Calvin juga terdengar oleh kalangan non-Kristen.

BELAJAR BAHASA mengatakan...

John Calvin adalah pendiri aliran Calvinis